Teknik Geomatika UNJANI Bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat

Bandung, 23 Juli 2025 — Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat menggelar Pelatihan Pengolahan dan Analisis Data Geospasial Satu Peta Jabar Tahun 2025 sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas dan wawasan para Jawara Data di lingkungan perangkat daerah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Bidang Statistik Diskominfo Jabar, Indah Lesmini, S.Si., serta tim dosen dari Teknik Geomatika Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), yaitu Muhammad Abia Saefulloh, S.Pd., M.T., Wina Alvina G., S.T., M.T., dan 3 mahasiswa Teknik Geomatika UNJANI. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada pemahaman teori, tetapi juga penguasaan keterampilan teknis pengolahan data geospasial menggunakan perangkat lunak open source Quantum GIS (QGIS).

“Untuk Meningkatkan Kapasitas dan Wawasan Jawara Data dalam Pengelolaan Data
Geospasial di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat”

Indah Lesmini, S.Si.
(Bidang Statistik, Diskominfo JaBar)

Pelatihan ini dilatar belakangi oleh kebutuhan peningkatan kualitas data dan sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi geospasial yang menjadi amanat Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2021. Hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 64 Jawara Data Geospasial, 103 Jawara Data Statistik, dan 50 Jawara Data Keuangan di Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam tentang teknik overlay, buffer, clip, intersect, dissolve, hingga query atribut dan spasial. Studi kasus yang diangkat pun kontekstual, seperti analisis sempadan sungai terhadap permukiman untuk mendukung perencanaan wilayah yang lebih tepat sasaran. Dari proses pemutakhiran data terakhir, telah dihasilkan 338 data geospasial baru yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai perangkat daerah.

Program ini turut didukung oleh Program Studi Teknik Geomatika UNJANI yang aktif dalam kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat yang dikenal dengan konsentrasi keilmuan yang mencakup Kadaster, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan Penginderaan Jauh. Kolaborasi ini menjadi bukti sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pengelolaan data spasial yang akurat, terbuka, dan berkualitas di era digital.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap perangkat daerah mampu menyusun, menganalisis, serta memanfaatkan peta tematik berbasis data geospasial untuk mendukung perencanaan pembangunan, mitigasi bencana, hingga tata kelola wilayah yang lebih adaptif dan presisi. Pelatihan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem satu data dan satu peta di tingkat provinsi, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi geospasial.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *